Felipe Massa Resmi Mundur dari F1

Pebalap asal Brasil yang sekarang masih membela Williams, Felipe Massa, memutuskan mengundurkan diri dari pentas Formula One (F1). Pria 35 tahun ini mengungkapnya dalam kolom di motorsport.com, sekaligus mengatakan pengumuman resmi akan dilakukan saat musim ini berakhir.

“Dalam beberapa bulan saya telah berpikir banyak tentang masa depan saya dan saya telah mengambil keputusan bahwa pada akhir musim ini, saya meninggalkan F1,” tulis massa.

Debut Massa di F1 dimulai dari tim Sauber pada 2002. Dia sempat menjadi test driver buat Scuderia Ferrari pada 2003, namun kembali ke Sauber pada 2004. Setahun kemudian Massa jadi pebalap Ferrari, dia juga sempat menjadi pendamping Michael Schumacher pada 2006.
AFP PHOTO/ED JONES
Pebalap Williams asal Brasil, Felipe Massa, memacu mobilnya pada sesi latihan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Jumat (28/3/2014).
Pada 2014, Masssa pindah ke kubu Williams. Dari total 242 seri yang pernah dia ikuti, 11 di antaranya Massa finis pertama. Mobil bernomor 19 yang dia kemudikan memang belum pernah membawanya juara dunia, prestasi terbaik jadi nomor dua di belakang Lewis Hamilton pada 2008.
Massa mengakui memilih akhir pekan GP Italia buat mengungkap pengunduran diri karena di lokasi ini Schumacher juga melakukan hal yang sama.

“Mungkin Anda bakal melihat saya lagi di belakang kemudi mobil balap, tetapi saat ini saya cuma peduli bahwa saya punya banyak waktu memutuskan apa yang mau saya lakukan di masa depan,” kata Massa.

Advertisements

Ragam Limbah Lengan Ayun “Moge Jepang”

Sepeda motor ingin tampak lebih gagah dan kekar, lengan ayun atau swing arm biasanya jadi salah satu komponen yang dipilih untuk diganti. Namun, memang harus disesuaikan jenis lengan ayun seperti apa yang sesuai.

Biasanya lengan ayun yang dipilih merupakan copotan dari sepeda motor lain, umumnya moge (motor gede). Dalam dunia modifikasi, hal ini cukup sering dilakukan dan sangat familiar.

Hezi Satria dari rumah modifikasi Diens Bike mengatakan, dirinya menyediakan limbah lengan ayun yang dibutuhkan para pemodifikasi. Jenis dan harganya juga beragam, tinggal disesuaikan dengan konsep dan pemesan.

“Limbah lengan ayun kami didatangkan langsung dari Jepang bukan dari Singapura seperti kebanyakan penjual. Harga disesuaikan dengan kelengkapan lengan ayun, pastinya kondisinya masih baik, 80 persen sampai 90 persen,” ujar Hezi kepada KompasOtomotif, Kamis (1/9/2016).

Hesi melanjutkan, lengan ayun yang paling banyak itu miliknya Kawasaki ZX6, ZX14, di mana harganya berkisar dari Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta, hanya lengan ayun saja (kosongan). Sementara kalau lengkap, termasuk rantai, monosok dan lainnya, berkisar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.

“Paling banyak Kawasaki. Kalau ingin yang lain juga ada, seperti yang spesial milik Aprilia dengan bobot enteng, bisa sampe Rp 6 juta, kemudian untuk Ducati 848 mulai dari Rp 7 juta sampai Rp 9 juta, kosongan. Semua bisa dibicarakan dan didiskusikan,” ujar Hezi.

Hezi menambahkan, pemasangan juga bisa langsung dilakukan, dan biaya jasanya disesuaikan dengan tingkat kesulitan. “Pemasangan lengkap dari depan sampai belakang bisa Rp 3 juta sampai Rp 4 juta, memakan waktu 2-3 pekan,” kata Hezi.

“Kencan Kilat” dengan Sport Kupe Lexus RC300h

Pada rangkaian acara Toyota Technology Media Trip yang berlangsung di Jepang, 28 – 31 Agustus 2016, ada sesi tes beberapa model-model ramah lingkungan seperti Mirai, Prius, dan Crown Majesta Hybrid. Awalnya memang terkesan kurang menarik karena awak redaksi sudah mencobanya saat Tokyo Motor Show 2015 di trek yang sama, lintasan mini di Fuji Speedway, Shizuoka, Jepang.

Kendati demikian ada model yang menarik pandangan mata untuk dicoba yaitu Lexus RC300h. Kupe 2 pintu dengan tampilan sporty yang amat kental tersebut seolah “mengajak berkencan” meski hanya sesaat. Makin menarik lagi, mobil sport hibrida dengan tenaga 220 tk akan diuji di lintasan licin karena kondisi cuaca sedang Hujan.

Memang tidak akan mendapatkan hasil maksimal, namun sesuai tema acara, awak redaksi akan mencoba dengan cara berbeda. Kali ini konsentrasi uji coba lebih pada teknologi perangkat keselamatan aktif.

Kontrol stabilitas

Karakter mesin 2.5L serta motor listrik memang menghasilkan tenaga spektakuler. Namun untuk ukuran kupe sport sudah cukup mumpuni. Namun karena kondisi lintasan licin maka tenaga yang dimiliki sudah cukup membuat repot pengemudi untuk bisa melaju cepat di jalur.

Tentu saja peran kontrol stabilitas sangat berarti di lintasan yang berjarak sekitar 800 meter tersebut. Terutama saat manuver di tikungan yang cukup tajam. Saat menikung, beberapa kali bagian belakang mobil hendak menyusul depan (oversteer) karena lintasan licin.

Namun gejala negatif tersebut mampu diminimalisir dengan baik. Daya cengkram didistribusikan dengan baik ke ban yang tepat untuk mendapat grip maksimal. Meski pedal gas masih ditekan namun tenaga tidak tersalur karena dinilai belum tepat untuk berakselerasi.

Hal yang sama coba dilakukan pada tikungan dengan karakter berbeda. Namun tetap kontrol stabilitas bisa mengantisipasi dengan baik.

Begini Wajah Baru Kia Rio

Generasi baru Kia Rio telah resmi diperkenalkan via gambar sebelum debutnya di pameran otomotif Paris akhir bulan ini.

Generasi Rio sebelumnya pertama kali muncul pada 2012, untuk pertama kalinya mobil kota ini didesain modern dan membulat. Kini, generasi terbaru Rio dikemas lebih macho dan punya kesan tegas.

Perubahan eksterior tidak terlalu signifikan dibanding model sebelumnya, namun terlihat permainan garis desain menyudut. Bahasa desain gril tiger nose karya Peter Schreyer tetap ada namun ditawarkan lain, lampu depan tidak lagi membulat hingga menghasilkan sosok Rio yang lebih “serius”.
AutoExpress
All-New Kia Rio
Di buritan lampu belakang memakai desain baru berikut LED beraksen anak panah. Disebutkan overhang belakang semakin pendek.
Dimensi all-new Rio kini membesar, lebih panjang 15 mm menjadi 4,065 m. Selain itu wheelbase juga memanjang 10 mm buat menambah ruang penumpang di kabin. Rio terbaru juga 5 mm lebih rendah dan 5 mm lebih lebar.
AutoExpress
Kabin All-New Kia Rio 2017.
Spesifikasi teknis itu didapat dari platform baru Rio yang digunakan juga pada Hyundai i20. SUV berbasis Rio yang ditujukan buat melawan Nissan Juke di masa depan juga menggunakan basis yang sama.
Perubahan paling besar di kabin dinilai cepat oleh mata dari sistem hiburan baru pada dasbor. Sistem ini mengurangi jumlah tombol di konsol tengah. Desain setir dan sebagian interior juga baru.

Belum ada keterangan tentang mesin, Kia sepertinya ingin mengungkap di Paris.